1.
Pengertian Kalimat
Kalimat
yaitu rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, atau
perasaan. Kalimat merupakan
satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara
lisan maupun tulisan. Pada kalimat sekurang kurangnya harus memiliki subjek (S)
dan predikat (P). Bila tidak memiliki subjek dan predikat maka bukan disebut
kalimat tetapi disebut frasa. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara
naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir.
Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulaidengan huruf kapital dan
diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).
2. Unsur-Unsur Kalimat
SUBJEK
- Disebut
juga pokok kalimat.
- Merupakan
unsur inti dari kalimat.
- Biasanya
berupa kata benda atau kata lain yang dibendakan.
- Untuk
mencari subjek dalam kalimat dapat diajukan pertanyaan dengan kata tanya
“siapa” dan “apa”.
Contoh
:
Ardi bermain
bola.
Siswa
kelas VI sedang
menjalani ujian.
Melukis itu melatih
kreatifitas
PREDIKAT
- Merupakan
unsur inti pada kalimat yang berfungsi untuk menerangkan subjek.
- Biasanya
berupa kata kerja atau kata sifat.
- Untuk
mencari predikat dalam kalimat dapat diajukan pertanyaan dengan kata tanya
“mengapa” dan “bagaimana”.
Contoh
:
Rini menyanyi dengan
merdu.
Tono membaca buku.
Ayah bekerja di
BUMN.
OBJEK
- Merupakan
keterangan predikat yang erat hubungannya dengan predikat.
- Biasanya
terletak di belakang predikat.
- Dalam
kalimat pasif, objek menduduki fungsi subjek.
- Terdiri
dari dua macam yaitu objek penderita dan objek
penyerta
- Objek
penderita adalah kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau
kolompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan
yang dinyatakan oleh subjek.
- Makna
objek penderita :
Penderita
Contoh
: Pak Ali membajak sawah
Penerima
Contoh
: Ibu menjahit baju adik
Tempat
Contoh
: Wisatawan mengunjugi Pulau Bali.
Alat
Contoh
: Andi melempar bola ke arah Budi.
Hasil
Contoh
: Anak-anak mengerjakan tugas pelajaran Bahasa Indonesia.
- Objek
penyerta adalah objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami
sesuatu.
- Makna
objek penyerta :
Penderita.
Contoh
: Ibu membelikan adik buku baru.
Hasil.
Contoh
: Penjahit itu membuatkan ibu baju kebaya.
KETERANGAN
- Mempunyai
hubungan y ang renggang dengan predikat.
- Jenis-jenis
keterangan :
>
Keterangan tempat
Contoh
: Ayah akan perdi ke Surabaya
>
Keterangan alat
Contoh
: Ibu memotong sayuran dengan pisau
>
Keterangan waktu
Contoh
: Andi belajar matematika pukul 8 malam
>
Keterangan tujuan
Contoh
: Bayi harus minum susu supaya sehat
>
Keterangan penyerta
Contoh
: Ibu pergi ke pasar bersama kakak.
>
Keterangan cara
Contoh
: Bacalah buku itu dengan seksama
>
Keterangan similatif
Contoh
: Pak Doni berbicara di rapat sebagai ketua panita
>
Keterangan sebab
Contoh
: Toni tidak naik kelas karena malas belajar
3. Pola Kalimat
Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke
dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua
kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai
dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan,
yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah yang berlaku.
Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan
bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktrur
inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur
seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat,
objek, ataupun pelengkap. Kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe
sebagai berikut.
Kalimat Dasar Berpola
S P
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat.
Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata
sifat, atau kata bilangan. Misalnya:
Mereka / sedang berenang. = S / P (Kata Kerja)
Ayahnya / guru SMA. = S / P (Kata Benda)
Gambar itu / bagus.= S / P (Kata Sifat)
Peserta penataran ini / empat puluh orang. = S / P (Kata
Bilangan)
Kalimat Dasar Berpola
S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan
objek. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba
transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:
Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah. = S / P / O
Mereka / sedang membuat / layang-layang. = S / P / O
Kalimat Dasar Berpola S P Pel.[sunting | sunting sumber]
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan
pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba
intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva.
Misalnya:
Anaknya / beternak / ayam. = S / P / Pel.
Kalimat Dasar Berpola
S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat,
objek, dan pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa
verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa
nomina atau frasa nominal. Misalnya:
Dia / mengirimi / saya / surat. = S / P / O / Pel.
Kalimat Dasar Berpola
S P K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan
harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa
nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan
berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
Mereka / berasal / dari Surabaya. = S / P / K
Kalimat Dasar Berpola
S P O K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat,
objek, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa
verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan
berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari. = S / P / O /
K
Kalimat Dasar Berpola
S P Pel. K
Kalimat dasar tipa nomina atau adjektiva, dan keterangan
berupa frasa berpreposisi. Misalnya
Kalimat Dasar Berpola
S P O Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat,
objek, pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nominal,
predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal,
pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa
berpreposisi. Misalnya:
Dia / mengirimi / ibunya / uang / setiap bulan. = S / P / O
/ Pel. / K
4. Macam-Macam Kalimat Tunggal
dan Majemuk
Kalimat tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat
yang hanya mempunyai satu pola kalimat, yaitu hanya memiliki satu subjek dan
satu predikat, serta satu keterangan (jika perlu).
Kalimat majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat
yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari
induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat
yaitu dengan melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat konjungsi di
dalamnya, konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat.
Setiap kalimat majemuk mempunyai
kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui
dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat
majemuk adalah:
Kalimat Majemuk Setara
Kalimat Majemuk Rapatan
Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk setara
kalimat majemuk setara yaitu
penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar
atau sederajat.
Berdasarkan kata penghubungnya
(konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam, yakni:
Jenis Konjungsi
penggabungan dan
penguatan/Penegasan bahkan
pemilihan atau
berlawanan sedangkan
urutan waktu kemudian, lalu, lantas
Contoh:
Lisa pergi ke pasar. (kalimat
tunggal 1)
Gio berangkat ke bengkel. (kalimat
tunggal 2)
Lisa pergi ke pasar sedangkan
Fadilah berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk)
Fadilah berangkat ke bengkel
sedangkan Lisa pergi ke pasar. (kalimat majemuk)
Kalimat majemuk rapatan
Kalimat majemuk rapatan yaitu
gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya
sama,maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh:
Pekerjaannya hanya makan. (kalimat
tunggal 1)
Pekerjaannya hanya tidur. (kalimat
tunggal 2)
Pekerjaannya hanya merokok.
(kalimat tunggal 3)
Pekerjaannya hanya makan, tidur,
dan merokok. (kalimat majemuk rapatan)
Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat yaitu
penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda.
Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak
kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk
kalimat.
Berdasarkan kata penghubungnya
(konjungsi), kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam, yakni:
Jenis Konjungsi
syarat jika, kalau, manakala, andaikata, asal(kan)
tujuan agar, supaya, biar
perlawanan (konsesif) walaupun, kendati(pun), biarpun
penyebaban sebab, karena, oleh karena
pengakibatan maka, sehingga
cara dengan, tanpa
alat dengan, tanpa
perbandingan seperti, bagaikan, alih-alih
penjelasan bahwa
kenyataan padahal
Contoh:
Kemarin ayah mencuci motor. (induk
kalimat)
Ketika matahari berada di ufuk
timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
Ketika matahari berada di ufuk
timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat cara 1)
Ayah mencuci motor ketika matahari
berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)
Kalimat majemuk campuran[sunting |
sunting sumber]
Kalimat majemuk campuran yaitu
gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh:
Denver bermain dengan Taufik.
(kalimat tunggal 1)
Ariena membaca buku di kamar
kemarin. (kalimat tunggal 2, induk kalimat)
Ketika aku datang ke rumahnya.
(anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
Denver bermain dengan Taufik, dan
Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat majemuk
campuran)
5. Macam-Macam Kalimat
Berdasarkan Isinya
Berdasarkan isinya, kalimat dibagi menjadi empat jenis,
yaitu:
1. Kalimat Berita
Kalimat yang berisi pernyataan atau pemberitaan dari
pengungkap kalimat.
Contoh: Pak Guru mengalami kecelakaan sepulang dari sekolah.
2. Kalimat Tanya
Kalimat yang berisi pertanyaan dari pengungkap kalimat.
Contoh: Apakah benar berita itu?
3. Kalimat Perintah
Kalimat yang berisi perintah dari pengungkap kalimat.
Berdasarkan jenisnya, kalimat perintah dibedakan menjadi delapan, yaitu:
a. Kalimat perintah yang sebenarnya.
Kalimat ini ditandai dengan intonasi perintah yang jelas dan
khas.
Contoh: Pergi sekarang juga!
b. Kalimat ajakan.
Kalimat perintah yang isinya mengajak pihak lain untuk
melakukan sesuatu bersama-sama dengan pengungkap kalimat.
Contoh: Ayo kita makan!
c. Kalimat larangan.
Kalimat perintah yang isinya melarang pihak lain untuk
melakukan sesuatu.
Contoh: Jangan pergi ke tempat itu.
d. Kalimat persilaan.
Kalimat perintah yang sangat halus.
Contoh: Hadirin disilakan duduk.
e. Kalimat imbauan.
Kalimat perintah untuk melakukan tindakan tertentu.
Contoh: Peserta dihimbau untuk segera memasuki ruangan.
f. Kalimat harapan atau permohonan.
Hampir mirip dengan kalimat himbauan, hanya kualitas
perintahnya lebih kuat.
Contoh: Kami mohon untuk tidak meninggalkan tempat sebelum
acara usai.
g. Kalimat Panggilan.
Kalimat perintah yang isinya meminta seseorang untuk
datang/menemui pengungkap kalimat.
Contoh: Ayo, sini!
4. Kalimat Seru
Kalimat yang bermakna seruan dari pengungkap kalimat.
Contoh: Hoi, mau pergi kemana?
SUMBER :
http://kumpulanmakalahmatakuliahakpercianjur.blogspot.com/p/pola-dasar-kalimat-bahasa-indonesia.html
http://elgrid.wordpress.com/2011/12/26/unsur-unsur-kalimat/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat#Kalimat_Dasar_Berpola_S_P
http://wahyusiswaningrum.wordpress.com/2013/09/06/jenis-kalimat-berdasarkan-isi/