Manusia dan Penderitaan kerap selalu berkaitan dan tidak bisa dipisahkan, di dunia ini tidak ada manusia yang tidek pernah mengalami penderitaan,. Penderitaan itu sendiri banyak macamnya dan juga banyak penyebabnya, penderitaan juga memiliki dampak besar dalam hidup seorang manusia.
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa
sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan
itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk
realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat,
ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu Juga
menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang
dianggap penderitaan oleh seseorang belurn tentu merupakan penderitaan
bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk
bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai
kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua
orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan
kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan
penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia
sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada urnumnya manusia
telah diberikan tanda sebelumnya, hanya saja mampukah
manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? .
Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa
tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca
koran tentang teIjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo
religius Tuhan telah memberikannya
Jumat, 07 Desember 2012
Manusia dan Cinta Kasih (tulisan)
Cinta menurut etimologi adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Bagaimana dengan cinta kasih? Cinta kasih adalah rasa sangat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau tertarik hatinya.
kasih sayang adalah perasaan
sayang,cinta ataupun suka kepada seseorang.
apakah
ada keterkaitan antara cinta kasih dan kasih sayang? ternyata
jawabannya adalah ada, yaitu sama-sama memiliki suatu perasaan suka,
cinta, suka terhadap seseorang.
Tanpa Cinta Kasih, manusia memang tidak manusiawi lagi termasuk dalam
segala kehendaknya. Jika manusia menghendaki kebahagiaan, tentu harus
didasari Cinta Kasih, cinta kasih tidak memerlukan biaya, yg dibutuhkan
adalah CINTA-KASIH ! Semoga mulai saat ini kita mau mengerti, menerima
dan berbuat KASIH (LOVE) terhadap teman, sesama manusia tanpa membedakan
suku, agama, warna kulit, tingkat kepandaian, kekayaan (Money), maka
disanalah akan mulai tumbuh benih itu yaitu : CINTA-KASIH
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan (tulisan)
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan, tapi sebelum itu mari kita cari tahu apa yang dimaksud dengan kesusastraan
Kesusastraan dalam bahasa
etimolog berarti karangan yang indah. Akan tetapi pengertian kesusastraan
berkembang melebihi pengertian dari etimologi tersebut.
Bentuk – bentuk kesusastraan
antara lain :
- Puisi
- Prosa
- Essay dan kritik
- Drama
Mari kita bahas satu-satu dari
ke-empat bentuk kesusastraan tersebut
Puisi adalah seni tertulis
menggunakan bahasa untuk kualitas setetikamya untuk tambahan, atau selain arti
semantiknya.
Prosa adalah suatu jenis tulisan
yang dibedakan dari puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar
serta dengan menggunakan bahasa yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.
prosa ternyata dibagi dua, yaitu:
- Prosa lama : dongeng, hikayat, sejarah
- Prosa baru : kisah, cerpen, biografi, otobiografi.
Essay dan kritik adalah suatu karangan yang berisi
tanggapan-tanggapan, komentar, pikiran-pikiran tentang suatu persoalan dan
kritik salah satu bentuk dari essay.
Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang
memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.
Kamis, 06 Desember 2012
Manusia dan Kebudayaan (tulisan)
Manusia dan Kebudayaan adalah suatu topik pembicaraan yang telah sering kita dengar dalam hidup sehari", topik ini merupakan salah satu topik yang menarik untuk dibicarakan karena manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur manusia agar sesuai dengannya.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai diaektis, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu:
a. Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
b. Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realisasi obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
c. Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa manusia dan kebudayaan memiliki suatu hubungan yang tidak dapat dipisahkan, karena manusia dan budaya bisa dikatakan telah menjadi satu dan saling berkaitan satu sama lain sehingga manusia dapat juga disebut sebagai makhluk budaya
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur manusia agar sesuai dengannya.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai diaektis, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu:
a. Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
b. Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realisasi obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
c. Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa manusia dan kebudayaan memiliki suatu hubungan yang tidak dapat dipisahkan, karena manusia dan budaya bisa dikatakan telah menjadi satu dan saling berkaitan satu sama lain sehingga manusia dapat juga disebut sebagai makhluk budaya
Ilmu Sosial Dasar sebagai salah satu Mata Kuliah Dasar Umum (tulisan)
Ilmu sosial dasar adalah salah satu dari bagian Mata Kuliah Dasar Umum yang memiliki peran cukup penting dalam masa pembelajaran kuliah, ilmu soial dasar dapat melatih kemampuan seorang mahasiswa dalam menelaah masalah-masalah sosial yang ada di dalam masyarakat indonesia.
Pertama kita sendiri harus mengerti apa yang dimaksud ilmu sosial dasar itu sendiri, Ilmu Sosial Dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial yang timbul dan berkembang, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian - pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu - ilmu sosial. atau dapat diartikan sebagai Ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
Selain itu kita juga harus mengetahui bahwa Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
Ilmu sosial dasar sendiri memiliki tujuan sebagai berikut:
Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat juga Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya serta Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Jadi dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa ilmu sosial dasar merupakan suatu ilmu pengetahuan yang layak kita pelajari untuk membantu kita menjalani kehidupan kita sebagai manusia, sebagai makhluk sosial.
Pertama kita sendiri harus mengerti apa yang dimaksud ilmu sosial dasar itu sendiri, Ilmu Sosial Dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial yang timbul dan berkembang, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian - pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu - ilmu sosial. atau dapat diartikan sebagai Ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
Selain itu kita juga harus mengetahui bahwa Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
Ilmu sosial dasar sendiri memiliki tujuan sebagai berikut:
Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat juga Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya serta Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Jadi dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa ilmu sosial dasar merupakan suatu ilmu pengetahuan yang layak kita pelajari untuk membantu kita menjalani kehidupan kita sebagai manusia, sebagai makhluk sosial.
Langganan:
Komentar (Atom)